Logo

BANG BREWOK, pria rendah hati mantan jawara jalanan.

Bang Brewok sudah dikenal lama di jalan, membantu orang. Dia banyak tahu jalan karena hobinya naik motor dan keliling naik mobil super keren. Bagi yang belum kenal Bang Brewok, bisa saja terintimidasi oleh tampangnya yang gahar, namun dibalik itu terasa kental hatinya yang hangat dan baik. Dia orangnya adil dan selalu melindungi yang memerlukan. Jagoan yang tak diketahui orang. Seorang pekerja keras yang diberkahi kesehatan dan berkecukupan. Sekarang ini Bang Brewok sudah memasuki usia mapan, dia beraspirasi untuk berbagi soal hal-hal favorit dalam kehidupannya dan dia sangat berkeinginan berbagi dengan kawan-kawannya. Dengan dukungan berbagai pihak, dia mendapat kesempatan untuk membuka satu tempat ngumpul di Scientia Square Park, dimana dia diberikan kesempatan untuk mengutarakan isi hatinya dengan bebas. Demikian jadilah The Brewok’s, sebuah tempat untuk berbagi makanan dan minuman favorit dalam hidupnya. Teman-temannya diajak buka kedai untuk melengkapi dan para tukang parkir jalanan membantu melayani di The Brewok’s.

Inilah beberapa kesukaan Bang Brewok :

Pada usia 7 tahun, Bang Brewok ke Manado bersama orangtuanya karena dapat rapor bagus di sekolah. Di sana dia coba Es Cocoya yang buset… asoy gedeboy amboy… segelas gak pernah cukup… kombinasi yogurt cair dengan buah dan nata de coco.

Hampir tiap minggu Bang Brewok ke Kebayoran Baru buat makan Es Podeng Gareng Blok S, es tradisional yang memakai bahan alami, sehat, lengkap dengan ketan hitam, potongan roti, alpukat, susu kental manis, meses dan kacang. Bang Brewok selalu ngiler kalo mikir es podeng dan paling kangen sama roti yang sudah lembek kena semua sari rasa asoy tersebut.

Sesekali Bang Brewok jalan-jalan ke Bandung, yang mana setiap kali stop pertama adalah minum Es Cendol Elizabeth. Dulu itu mulainya dari sekolah, sama teman-temannya dia ke Bandung belanja kaos sejak itulah es dengan cendol dan gula merah ditambah nangka dan alpukat ini selalu dekat dilidah.

Teman dari Bang Brewok buka Es Sinar Garut, yang mana ahli mengelola buah kelapa. Setelah keliling dari kampung ke kampung, akhirnya dapat tempat di Pasar Baru. Es ini dekat di hati Bang Brewok dan setiap kali habis dalam beberapa kilometer, selesainya selalu diakhiri dengan kelapa muda dingin dan semangkuk es sinar garut untuk melepas dahaga.

Makan mie itu hobinya Bang Brewok dan salah satu kesukaannya adalah Cwi Mie Gedongan, sekarang kita bisa tahu itu perut gendut Bang Brewok datang dari mana. Mie putih polos dan kering, dilengkapi dengan taburan ayam halus yang menyerupai abon, irisan daun bawang serta bawang garing adalah mangkuk yang perlu dicari di The Brewok’s.

Dalam kesukaan Bang Brewok terhadap tahu, satu makanan kecintaannya adalah Ketoprak Ciragil, yang mana tahu dipadukan dengan bihun, saus unik kacang mede, tauge, dan kerupuk asoy. Yang paling canggih adalah pada saat ditambah telur goreng setengah matang, wow … ini yang datangnya dari Kebayoran, sekarang ada di The Brewok’s.

Pertama kali Bang Brewok makan cabai adalah saat dia mencicipi Risol Setan… setelah kalah taruhan dan dia harus menghabiskan sepotong Risol yang membakar lidah dan membuat malam ngimpi ngimpi. Namun, makanan yang perlu diimbangi dengan 2 buah kelapa muda batok ini belakangan jadi kesukaannya tiap sore. Sebuah makanan pembuka yang seru.

Pada saat lagi diet, dimana perlu makan banyak sayur, Bang Brewok ketemu Nasi Pecel, pada waktu merantau di Jawa Timur. Kombinasi sayuran dan pecel ini sangat menggugah hati Bang Brewok dan sekarang ini seminggu sekali pasti makan Nasi Pecel, yang mana adalah penyembang hobinya makan ke seluruh penjuru dunia.

Bang Brewok paling suka makan pagi di pasar, selalu dinanti. Dan yang paling bisa mewakili adalah Jajanan Pasar Mbo’Ti, yang dimiliki seorang Ibu yang pandai membuat kue. Langganan Bang Brewok ini selalu jadi makanan pembuka sebelum lari pagi keliling kompleks.

Waktu sekolah dulu, makanan kesukaan makan siang adalah Nasi Uduk Kebun Kacang, wah itu kombinasi nasi uduk ngepul, yang dimasak dengan hati, sangat memuaskan kenangan lama Bang Brewok semasa muda. Biasanya habis makan masih ngomongin soal Nasi Uduk ini.

Kalau sedang kangen bubur hangat yang bisa menghangatkan hati, Bang Brewok nyari Bubur Ayam Cirebon Pasar Lama, bubur ayam spesial ini menggunakan kaldu, ditumpuk kerupuk, emping, suwiran ayam, bawang goreng, seledri, dan juga potongan cakwe. Serasa masakan Ibunda. Diterbangkan dari Cirebon oleh Bang Brewok untuk ada di sini.

Bang Brewok suka ngumpul sama temannya. Makan siang dan makan malam bareng. Berbagi momen indah dalam hidupnya. Tempat ngumpul yang dinamakan Brewok’s ini memberikan kesempatan padanya untuk juga berbagi pengalaman dengan generasi muda. Menyebarkan cinta ke seluruh dunia.

Tiap Rabu sore, Brewok’s ada hari menyumbang, Bang Brewok mengumpulkan temannya yang mau ngumpul berbagi misi sosial, dari berbagi hal yang membahagiakan sampai hal hal yang serius. Semua sumbangan yang dikumpulkan di pintu masuk akan dipergunakan untuk hal yang baik dan minuman di dalamnya diberikan gratis oleh Bang Brewok. The Brewok's Bar akan memberikan Mocktails kesukaan Bang Brewok, yang mana Bang Brewok hanya minum cocktail tanpa alkohol kalau lagi enjoy sama kawan kawannya. Sampai sekarang kita semua masih bingung kenapa dia hanya minum akhohol kalau istrinya ada disampingnya. Namun kita semua terpesona, ini Mocktails-nya amboy. Coba cek menunya di The Brewok’s Bar tiap Rabu malam.